Cerita Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh
Pada tanggal 28 Maret 2017 saya dan
kawan – kawan saya bersama dosen berangkat ke masjid raya baiturrahman banda
aceh, sebelum berangkat kami berkumpul di fakultas yaaitu didalam ruang
belajar. Untuk menuju kesana kami menggunakan transportasi umum yaitu transkoetaraja.
Dan pada pukul 10.00 WIB kami berjalan menuju halte transkoetaraja yang berada
di depan SMA 9 Banda Aceh. Sampai ke halte transkoetaraja, kami pun harus
menunggu datangnya transkoetaraja. setelah menunggu sekian lama, dan pada
akhirnya bus pun datang, kami langsung bergegas naik ke dalam bus.
Transkoetaraja adalah salah satu alat
transportasi yang dimiliki oleh kota banda aceh, dengan adanya transkoetaraja
masyarakat banda aceh dan mahasiswa yang ada di kota banda aceh bisa menghemat
biaya transportasi, karna untuk naik transkoetaraja tidak dikenakan biaya alias
gratis.
Saya
sangat nyaman berada didalam transkoetaraja, karena busnya masih baru, kondisi
di dalamnya bersih, udaranya yang sejuk cukup membuat saya betah berlama-lama
di dalam bus tersebut.
Dan
akhirnya kami pun sampai ke tujuan yaitu masjid raya baiturrahman Banda Aceh.
Salah satu bangunan yang sangat bersejarah di bumi Aceh, masjid raya
baiturrahman sedang dalam renovasi. Lansekap Masjid ini akan di desain mirip
dengan masjid nabawi, kata orang-orang sih seperti itu. Masjid ini juga
nantinya ada perluasan beberapa hektare, saya lupa data realnya, anggaran nya
pun tidak main-main yaitu sampai 1 Triliun lebih, waaawww. Luar biasa pemerintah
kita.
Saya masih kurang setuju masjid ini di
ubah mirip masjid nabawi, karena wisatawan dari luar pasti kalau ke aceh, waktu
mengunjungi masjid baiturrahman mereka ingin melihat kondisi aslinya. Ingin
merasakan roh aslinya seperti apa, ini kalau sudah siap di renovasi pasti
rohnya serasa berada di Arab.
Kalau
menurut saya, jika pemerintah benar- benar memiliki banyak uang dan ingin
membangun masjid yang mirip dengan masjid nabawi saya lebih setuju untuk
dibangun masjid yang baru. Waktu saya telusuri ke luar daerah, kondisi
masjidnya masih kurang diperhatikan oleh pemeritah daerah, sebagian masjid
lantainya belum dipasang keramik, ada yang masih belum ada dinding, dan lebih
parahnya ada yang baru berdiri pondasinya, padahal sudah bertahun-tahun. Ada
baiknya uang sebayak itu di anggarkan untuk membantu masjid yang masih perlu
bantuan keuangan.
Tapi
kalau kondisi di dalam Masjid belum berubah, masih asli, dan saya masih cukup
nyaman berada di dalam. Udaranya yang sangat sejuk membuat pengunjung
merasakan kenyamanan, kedamaian. Banyak
orang melepas lelah didalam masjid, ada yang tidur, ada yang shalat, sebagian
ada juga hanya duduk baca koran. Dan yang tidur ini saya heran, tidur kok di
masjid ya, lagi dalam jam kerja lagi, apakah mereka bolos kerja, tapi
seragamnya putih hitam, entah itu orang kantor entah orang kerja dimana saya
tidak tahu, karena saya tidak sempat bertanya.
Sekian Dan Terimakasih ...
Komentar
Posting Komentar